SAROLANGUN, MS
PEMBELIAN mobil bus Pemkab Sarolangun, Jambi, pada tahun anggaran 2007, diduga sarat penyimpangan. Informasi yang dihimpun, mobil seharga miliaran rupiah yang dianggarkan melalui Bagian Umum Pemkab Sarolangun, adalah mobil bekas.
Saat dikonfirmasi, Kepala Bagian Umum, Rumawi, membantah mobil yang dibeli merupakan barang bekas. Rumawi mengaku, pada awal pembelian, mobil tersebut memang ada mengalami kerusakan AC. Selain itu, kata Rumawi, mobil itu juga tidak dibeli langsung dari dealer, melainkan pesan rangka dari luar negeri kemudian dikerjakan oleh karoseri. “Tidak usah ditulis lagilah. Permasalahan ini sudah selesai dan telah diperiksa aparat,” kata Rumawi.
Sementara, salah seorang aktivis LSM, Asmara, meminta BPK mengaudit kegiatan ini. Menurut Asmara, hal ini dianggap perlu guna mengklirkan masalah sehingga tidak ada lagi isu negatif terkait pengadaan bus pemkab ini. (Aang Kunaepi)
Sabtu, 08 Mei 2010
Pengadaan Bus Pemkab Perlu Diselidik
Diposting oleh Media Sumatera0 komentar Label: Halaman 1 Edisi 17
Kejati Akan Usut Pengadaan Pajero
Diposting oleh Media SumateraSAROLANGUN, MS
JUMAT (21/2), puluhan massa yang mengatasnamakan Koalisi Masyarakat Peduli Jambi (Kompek) mendatangi kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi, mendesak jaksa mengusut tuntas dugaan penyimpangan pengadaan 3 unit mobil Pajero Sport Exeed 4x2.
Menurut koordinator aksi, Topan, dalam pembelian mobil dinas pimpinan dewan Kabupaten Sarolangun, terjadi pembengkakan anggaran sebesar Rp 256,3 juta. Awalnya, kata Topan, dana yang dianggarkan sebesar Rp 847 juta. Dalam pelaksanaannya, dana yang dikeluarkan lebih 1 miliar. “Ini tentu sangat menyakitkan hati rakyat,” kata Topan.
Menanggapi itu, Kejati jambi yang diwakili Solihin berjanji akan akan menindaklanjuti laporan Kompek. Menurutnya, Kejati akan mengonfirmasi persoalan ini ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sarolangun. “Bila belum ada jawaban maka Kejati akan ambil alih masalah tersebut,” tegas Solihin.
Sementara, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pengadaan Pajero, Fuadin, mengaku tidak tahu akan persoalan ini. “Untuk lebih jelas, konfirmasi langsung dengan sekwan atau panitia lelang,” anjur Fuadin. (Aang Kunaepi)
0 komentar Label: Halaman 1 Edisi 17