Tampilkan postingan dengan label Halaman 4 edisi 13. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Halaman 4 edisi 13. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Januari 2010

Sarolangun Miliki Pusinfo Kehutanan

SAROLANGUN, MS
MERASA perlu menjaga dan melestarikan hutan, terutama hutan adat, hutan lindung, bahkan kawasan taman nasional, baru-baru ini Dinas Kehutan Kabupaten Sarolangun, Jambi, meresmikan pusat informasi kehutanan (Pusinfo Kehutanan).
Selain memberikan informasi tentang kehutanan, pusinfo ini juga dapat menggambarkan keadaan alam sekaligus sumber daya alam yang terkandung di perut Bumi Sepucuk Adat Serumpun Pseko.
Kadis Bunhut Sarolangun, Joko Susilo, mengungkapkan pusinfo ini nantinya akan dijadikan tempat informasi tentang kehutanan bagi para siswa sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Selain itu, pusinfo juga akan merangkum berbagai informasi tentang sumber daya alam yang terdapat di dalam hutan di kabupaten itu.
Selain itu, masyarakat juga dapat memperoleh informasi tentang tata cara pemanfaatan hasil hutan, seperti pengajuan pembuatan SKAU, sehingga masyarakat tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat merusak kelestarian hutan. “Mereka tidak kita larang untuk mengambil kayu yang ada di lokasi lahan milik mereka, namun dengan aturan-aturan yang telah dibuat oleh pemerintah,” harap Joko Susilo.

Indonesia Hijau
Kerja keras Pemkab Sarolangun dalam melestarikan hutan, mengantarkan kabupaten ini dua kali berturut-turut mendapat piagam anugerah Indonesia Hijau dari pemeritah pusat. Bahkan, di tahun 2009 lalu, kabupaten ini juga meraih piagam kalpataru karena berhasil menjaga dan melestarikan hutan adat di wilayah Marga Bukitbulan, Limun.
Keberhasilan Kabupaten Sarolangun melestarikan hutan adat, kawasan, serta hutan lindung, tidak terlepas dari peran dan kerja keras Dinas Kehutanan setempat dan KKI Warsi dan pihak desa yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di sekitar hutan. (Aang Kunaefi)

Warga Semurung Berharap Jalan Pintas Mulus

SAROLANGUN, MS
KEINGINAN masyarakat Desa Semurung, Airhitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi, untuk menikmati mulusnya sarana transportasi jalan penghubung ke Dusun I maupun Dusun II dan Desa Jernih, masih belum terwujud.
Besarnya harapan warga setempat akan dibangunnya jalan pintas ke desa tetangga itu bukan tanpa sebab. Dengan adanya jalan pintas, jarak tempuh lebih dekat ketimbang lewat jalan poros. Selain itu, jalan pintas ini juga sering dilalui masyarakat, karena di sepanjang jalan merupakan pusat ekonomi masyarakat, seperti perkebunan karet, ladang, dan hamparan sawah yang cukup luas.
Kepala Desa Semurung Azmi L, mengungkapkan upaya membangun jalan pintas telah ia ajukan melalui musrenbang tahun 2007 lalu. “Hingga saat ini belum juga ada tanda-tanda akan dibangun. Yang ada hanya tim ukur saja sudah dua kali dating,’ kata Azmi L, berharap kepada pemerintah untuk membangun jalan di Desa Semurung.
Pantauan di lapangan, sepanjang jalan desa yang menghubungkan Dusun I dan Dusun II, Desa Semurung, didominasi kubangan lumpur dengan kedalaman sebatas lutut orang dewasa. Di musim hujan, anak-anak sekolah harus melepaskan pakaian seragam agar tidak kotor. (Aang Kunaefi)

Majukan Lubukkepayang , H Yadi Butuh Dukungan Masyarakat

SAROLANGUN, MS
TERPILIH menjadi Kepala Desa Lubukkepayang, Airhitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi, membuat H Yadi semakin terpanggil untuk mengabdi memajukan desanya. Butuh dukungan masyarakat.
Ditemui di kediamannya di Desa Lubukkepayang, H Yadi menjelaskan ia telah membuat program kerja lima tahun, terdiri dari program jangka pendek, jangka menengah, dan program jangka panjang. Langkah pertama yang telah dilaksanakan adalah mendata ulang masyarakat Lubukkepayang. “Selain itu, kita juga memfungsikan perangkat desa, membentuk ketua RT dan merumuskan perdes dengan BPD, tokoh masyarakat dan tokoh agama,” katanya.
Dilanjutkan, agenda lain yang akan dikerjakan adalah berupaya menyelesaikan sengketa panjang antar warga Lubukkepayang. Sebab krisis kepercayaan antar sesama warga selama ini, telah menghambat pembangunan desa. “Bila terus begini, yang rugi semua masyarakat Lubukkepayang,” cetus H Yadi.
Dengan diamanatkan dirinya memimpin desa, kepada segenap komponen masyarakat Lubukkepayang, H Yadi berharap agar bukan hanya memilih dan menitipkan amanah saja. H Yadi menyadari tanpa dukungan dari semua masyarakat Lubukkepayang, kemajuan bersama tentu sulit tercapai.

Optimis
Upaya H Yadi untuk memajukan desanya mendapat respon dari tokoh masyarakat Lubukkepayang, H Hasan Najmi. Menurutnya, Desa Lubukkepayang bakal maju di bawah kepemimpinan H Yadi. “Selama ini H Yadi merupakan orang tua yang baik dan bijak dalam menyelesaikan permasalahan di Lubukkepayang,” kata Sekretaris DPRD Kabupaten Sarolangun.
Hal senada juga diungkapkan salah seorang putra Desa Lubukkepayang, Evi Suherman. Anggota DPRD Sarolangun ini optimis Kades Lubukkepayang yang baru dapat menjalankan amanat masayarakat dengan baik. (Aang Kunaefi)

© 2008 Por *Templates para Você*