SAROLANGUN, MS
BARU beberapa bulan selesai dikerjakan, saat ini jalan aspal di Desa Lubukresam, Cerminnan Gedang, Kabupaten Sarolangun, Jambi, mulai retak dan terkelupas.
Salah seorang warga Lubukresam, Satim, mengaku kecewa dengan kondisi jalan ini. Sebab katanya belum 50 hari dikerjakan, jalan sepanjang sekitar 2 kilometer, lebar 4 meter, dan tebal rata-rata 2 centimeter ini rusak lagi.
Sedangkan Ketua LSM Pilar, Syafei, berharap penunjukan rekanan hendaknya selektif dan memiliki kemampuan tehnis dan manajerial yang baik, sehingga uang rakyat yang digunakan untuk kegiatan pembangunan tidak sia-sia. Selama ini, kata Syafei, kebanyakan proyek-proyek pemerintah yang dilaksanakan oleh pihak rekanan, hanya menjadi proyek tahunan saja. “Habis tahun kondisinya kembali lagi ke keadaan semula,” ungkap Syafei.
Sementara, menurut sumber proyek pengaspalan jalan di Desa Lubukresam merupakan proyek provinsi tahun anggaran 2009. (Aang Kunaepi)
Senin, 01 Februari 2010
Aspal Lubukresam Terkelupas
Diposting oleh Media Sumatera0 komentar Label: Halaman 4 edisi 14
Masyarakat Dibebankan Ongkos Kirim
Diposting oleh Media SumateraSAROLANGUN, MS
MASYARAKAT di Kabupaten Sarolangun, Jambi, yang mau membayar pajak kendaraan bermotor, dibebankan ongkos kirim diluar biaya yang semestinya dibayar. Hal ini disebabkan 2 unit mesin cetak di kantor Samsat setempat belum difungsikan, sehingga untuk mencetak STNK maupun plat dilakukan di Kabupaten Merangin, Jambi. Sayangnya saat persoalan ini akan dikonfirmasi, kepala kantor Samsat tidak berada ditempat. Menurut Staf TU Rosida KUPT sedang di Jambi. (Arpandi)
0 komentar Label: Halaman 4 edisi 14
Pangkalbulian Butuh Listrik
Diposting oleh Media SumateraSAROLANGUN, MS
SELAMA puluhan tahun, Desa Pangkalbulian, Pauh, Kabupaten Sarolangun, Jambi, belum masuk listrik. Untuk penerangan, saat ini masyarakat setempat masih menggunakan lampu teplok. Sedikit yang punya genset, itupun tidak bisa dipakai setiap saat karena sulitnya mendapatkan bahan bakar.
Demikian diungkapkan Kepala Desa Pangkalbuliam, Abdul Gani, belum lama ini. Melalui MS, Abdul Gani berharap perhatian pemerintah mencari solusi agar masyarakat desanya dapat menikmati penerangan listrik yang lebih episien dengan biaya operasional tidak terlalu tinggi, seperti tenaga surya. “Dengan adanya listrik, selain sebagai alat penerangan juga dapat menjadi sumber informasi melalui televisi,” kata Abdul Gani. (Aang Kunaepi)
0 komentar Label: Halaman 4 edisi 14